catatan santri

Just another WordPress.com weblog

GEMPA BUMI Oktober 9, 2009

Filed under: Aqidah — fahmijawwas @ 3:14 pm
Tags: , , , ,

بسم الله الرحمن الرحيم

GEMPA BUMI

Masalah gempa bumi sedang marak – maraknya dibahas dimedia massa berkaitan dengan kejadian gempa bumi yang terjadi dibumi pertiwi Indonesia kita dengan secara berturut – turut, Tidak ada kalimat yang cocok keluar dari mulut ini kecuali kalimat ini

انا لله و انا اليه راجعون

Artinya : “ Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya lah kita akan kembali .”

Dan juga doa musibah seperti yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah bahwasanya dia berkata : “ aku mendengar Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “ Tidaklah seorang muslim yang tertimpa musibah kemudian dia berkata sesuatu itu perintah Allah Subhanahu Wata’ala sesungguhnya kami adalah milik Allah Subhanahu Wata’ala dan hanya kepadaNya kami akan kembali, Yaa Allah berikanlah aku pahala didalam musibahku, berikanlah aku gantinya yang lebih baik darinya, Kecuali Allah akan gantikan baginya yang lebih baik darinya “ (HR.Muslim, Sunan Baihaqi, Musnad Ahmad Dan lainnya ) { berkata Muhammaad Fu’ad Abdul Baaqi dita’liqnya terhadap Shohih Muslim perkataan sesuatu itu adalah perintah Allah maksudnya adalah dalam kandungan pujian terhadap orang – orang yang bersabar seperti firman Allah Ta’ala

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ ( البقرة : 156 – 157 )

Artinya : “ Orang – orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ( kalimat istirja’ –pent )sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanyalah kami akan kembali.” ( ) “ Mereka itulah yang mendapat orang – orang yang mendapat doa dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang – orang yang mendapat petunjuk.” ( Qs.Al – Baqarah : 156 – 157 )

Maka sesungguhnya seluruh kebiasaan yang dipuji di dalam Al – Qur’an mengandung arti perintah dengannya seperti halnya kebiasan yang dihina di dalam Al – Qur’an mengandung arti larangan darinya }

Dan sudah sepatutnya bagi seorang muslim merasakan apa yang dirasakan oleh muslim lainnya seperti di firman Allah

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَة ( الحجرات : 10)

Artinya : “ Sesungguhnya orang – orang mu’min adalah bersaudara. “ ( Qs.Al – hujurat : 10 ) Dan dihadits Abi Musa Al – Asy’ari Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya seperti bangunan saling menguatkan sebagian di antara yang lainnya. “ ( HR.Muslim )

Dan juga di hadits Nu’man Bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhu Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Permisalan seorang mu’min di dalam kasih sayangnya dan kecintaannya seperti satu tubuh, jika sakit anggota tubuhnya maka seluruh tubuhnya akan merasakanya dengan susah tidur dan demam. “ ( Mutafaqun ‘Alaihi )

Di dalam permasalahan ini kita harus mengetahui sebab – sebab terjadinya Gempa bumi ini agar kita mengantisipasi dari kejadian ini dan mengintropeksi diri kita .

Sebab – sebab gempa bumi terjadi

1.Karena dosa – dosa yang dibuat para manusia

Allah berfirman di dalam kitabNya

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ (الشوري : 30 )

Artinya : “ Dan apa saja musibah yang menimpa maka adalah disebabkan oelh perbuatan tanganmu sendiri, Dan Allah memaafkan sebagian besar ( dari kesalahan – kesalahanmu ). “ ( Asy – Syuraa : 30 )

Dan Allah berfirman di dalam kitabNya

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ , قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ , فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ , فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ ( الأعراف : 75 – 78 )

Artinya : “ Pemuka – pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang – orang yang dianggap lemah yang telah beriman diantara mereka : “ Tahukah kamu bahwa Shaleh diutus ( menjadi Rasul ) oleh rabbnya ?”.mereka menjawab : “ Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang mana Shaleh diutus untuk menyampaikanya.” (#) “Orang – orang yang menyombongkan diri berkata “ Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu. “(#) “ Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah rabb.Dan mereka berkata : “ Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika ( betul ) kamu termasuk orang – orang yang diutus ( Allah ).”(#) “ Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat – mayat yang bergelimpangan ditempat tinggal mereka. “( Qs.Al – A’raaf : 75 – 78 )

Dan Allah berfirman dikitabNya

وقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ, فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (الأعراف : 90 – 91 )

Artinya : “ Pemuka – pemuka kaum Syua’ib yang kafir berkata ( kepada sesamanya ) :” Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib tentu kamu jika berbuat demikian menjadi orang – orang yang merugi. ”(#) “ Kemudian mereka ditimpa gempa , maka jadilah mereka mayat – mayat yang bergelimpangan di dalam rumah – rumah mereka. “( Qs.Al – A’raaf : 90 – 91 )

وَاخْتَارَ مُوسَى قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ (الأعراف : 155 )

Artinya : “ Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk ( memohonkan taubat kepada kami )pada waktu yang telah kami tentukan.Maka ketika mereka diguncang gempa bumi, Musa berkata : “Yaa Rabbku,kalau Engkau kehendaki ,tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini .Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang – orang yang kurang akal di antara kami ? itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki.Engkaulah wali kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan Engkaulah sebaik – baiknya Pemberi ampunan.” (Qs.Al – ‘Araaf : 155 )

Dan Allah berfirman di dalam kitabNya

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (الاسراء : ١٦)

Artinya : “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” ( Qs.Al – isro : 16 )

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ ) ) وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِين ( ) قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ ( ) فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ ( )وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلا يُلَقَّاهَا إِلا الصَّابِرُونَ ( ) فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الأرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ ( )وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالأمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ )القصص : 76 – 82 ).

Artinya : “ Sesungguhnya Qarun adalah Termasuk kaum Musa, Maka ia Berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. ( ingatlah ) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”( ) ”Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”( )”Qarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. dan Apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.”( ) “Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya, berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.( ) “Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”.( ) ” Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan Tiadalah ia Termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”( ) “ Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.( Qs.Al – Qasas 76 – 82 )

Dan Allah berfirman di dalam kitabNya

فَكُلا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (الأنكبوت : 40 )

Artinya : “ Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs.Al – Ankabut : 40 )

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ (النحل : 112 – 113)

Artinya : “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah memberikan mereka rasa kelaparan dan ketakutan, seperti pakaian yang meliputinya, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” ( ) “ Dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang Rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Qs.An – Nahl : 112 – 113 )

Dan ini adalah ayat yang paling jelas yang mengatakan bahwasanya gempa bumi itu disebabkan oleh dosa – dosa yang mereka lakukan dan masih banyak ayat – ayat yang semisal tetapi musuh – musuh Allah Al – Malahidah dan orang – orang yang bodoh mengatakan bahwasanya permasalahan gempa bumi ini adalah permasalahan yang thabi’at/alami pergeseran bumi hanya untuk menafikan/meniadakan firman Allah dan kemurkaan Allah atas apa – apa yang mereka lakukan terhadap Nabi – nabi Allah

2. Gempa bumi juga terjadi sebagai cobaan bagi orang – orang yang beriman

Allah berfirman di dalam kitabnya

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِين ) )الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ( )أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ )البقرة : 155- 157 )

Artinya : “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( ) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepadanyalah kami akan kembali.” (Qs.Al – Baqarah :155 – 157 )

Dan Allah berfirman di dalam kitabNya

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (الأنفال : 25 )

Artinya : “ Dan takutlah kalian terhadap cobaan dan ujian yang tidak hanya menimpa orang – orang yang mendzolimi secara khusus diantara kalian ( tetapi merata –pent )dan ketahuilah bahwasanya adzab Allah sangat pedih siksaanya.” ( Qs.Al – Anfaal : 25 )

Dan dari sunnah masih banyak lagi tetapi cukup beberapa saja untuk meringkas dari ummil mu’minin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda prajurit ka’bah berperang maka ketika mereka sampai di gurun Sahara dibenamkanlah mereka dari permulaannya hingga akhirnya ,” ‘Aisyah berkata : “ Wahai Rasulallah bagaimana dibenamkan dari awalnya hingga akhirnya dan di dalamnya ada orang – orang awwamnya dan orang – orang yang bukan dari mereka ?Rasulallah bersabda : “ Mereka dibenamkan dari awwal sampai akhrinya mereka kemudian mereka dibangkitkan tergantung niat – niat mereka.” ( Mutafaqqun ‘Alaihi )

Dan dari Zainab Binti Jahsyin Radhiyallahu ‘Anha berkata bahwasanya Rasulallah Shallahu ‘Alaihi Wasallam masuk kekamarnya dalam keadaan ketakutan dan berkata : ” tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, sungguh celaka bagi orang – orang Arab dari kejahatan yang telah dekat telah dibuka hari ini dari tempat pengurugan Ya’juj dan Ma’juj seperti ini dan beliau melingkarkan jari jempolnya dan jari yang disampingnya. Zainab berkata wahai Rasulallah apakah kita akan binasa dan diantara kita ada orang – orang shaleh Rasulallah bersabda : “ iya jika telah banyak kemaksiatan.” ( HR.Bukhari dan Muslim )

** Adapun yang menyandarkan perkara ini yaitu gempa bumi ini adalah thabi’at jika menginginkan dari kata thabi’at itu adalah disebabkan / karena hal yang biasa yaitu pergeseran bumi semata tanpa menyandarkanya kepada Allah maka dia telah kafir seperti di dalam hadits, dari Zaid Bin Al – Kholid Al – Juhani Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya dia berkata Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Apakah kalian tahu apa yang dikatakan rabb kalian?Mereka menjawab Allah dan RasulNyalah yang tahu,beliau bersabda Allah berkata : “ hambaku menjadi kafir kepadaKu dan mu’min kepadaKu,adapun orang – orang yang mengatakan telah turun hujan kepada kita disebabkan karunia Allah dan Rahmatnya maka itulah orang – orang yang beriman kepadaKu dan kafir ( tidak percaya )kepada Planet dan adapun orang – orang yang mengatakan telah turun hujan kepada kita disebabkan bintang ini dan bintang itu maka itulah orang – orang yang kafir kepadaKu dan percaya kepada Planet, “ ( HR.Bukhari dan Muslim )

Dan dari Ibnu Abbas, ‘Aisyah dan lainnya Radhiyallahu ‘Anhum bahwasanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Sesungguhnya matahari dan bulan tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang dank arena kehidupan seseorang,tetapi kedua – duanya adalah tanda – tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala, yang mana Allah menakut – nakuti hambanya dengan itu,maka jika kalian melihat gerhana maka ingatlah Allah sampai kelihatan ( hilang gerhananya-pent ).” ( HR.Bukhari dan Muslim )

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam KitabNya

إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ أَنْ تَزُولا وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا ( فاطر :٤١ )

Artinya : “ Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” ( Qs.Fathir : 41 )

**Dan bantahan bagi mereka yang mengatakan bahwasanya kejadian ini yaitu gempa bumi ini terjadi karena thabi’at

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ( البقرة : ١٦٤ )

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, kapal yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”( Qs.Al – Baqarah )

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ (المائدة : 110 ) )

Artinya : “(ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu aku menguatkan kamu dengan Ruhul qudus. kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu aku memberikankanmu ilmu Kitab, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu menjadikan tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (Qs.Al – Maidah : 110)

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam KitabNya

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (المائدة :141 )

Artinya : “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila Dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Qs.Al – Ma’idah : 141 )

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الأمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ (الرعد : 2 )

Artinya : ”Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini Pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (Qs.Ar – Ra’ad : 2 )

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ ))وَإِنَّ لَكُمْ فِي الأنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ ( )وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ) النحل : 65 – 67 )

Artinya : “Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).”.( ) “Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”

( ) “ Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.” (Qs.An – Nahl : 65 – 67 )

Dan Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam kitabNya

أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ أَفَلا يَسْمَعُونَ ( السجدة : 26 )

Artinya : “Dan Apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka Apakah mereka tidak mendengarkan?.” ( Qs.As – Sajdah : 26 )

Jika kamu merenungi ayat – ayat diayat maka kamu akan mengetahui bahwasanya Al – Malahidah ( orang yang mengatakan bahwasanya gempa bumi hanya alami saja )mereka bukanlah orang – orang yang berakal dan katakanlah kepada para Malahidah itu sesuatu yang thabi’I / alami itu menciptakan atau dia diciptakan ? Allah Subhanahu Wata’ala berfirman

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ ( )أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بَل لا يُوقِنُونَ ( الطور : 35 – 36 )

Artinya : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?.” ( ) “Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (Qs.At – Thur : 35 – 36 )

Dan orang – orang Arab yang dizamannya ketika turunnya Al-Qur’an mereka memahami lafadz – lafadz bahasa Arab Jubair Bin Muth’im Radhiyallahu ‘Anhu berkata dan dia ketika itu dalam keadaan musyrik : “ Ketika aku mendengar Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam membaca “أم خلقوا من غير شيء أم هم الخالقون “ dia berkata seperti hatiku ini terbang.” ( HR.Bukhari fi ‘Af’alil ‘Ibad,Thohawi dan Thobrani,dan hadits dishahihkan Syaikh Albani Rahimahullah ) dan diriwayat lain: ” maka masuklah iman ke dalam hatiku.”

Adapun para Malahidah mereka adalah orang – orang asing yang telah tertutup otaknya dengan minuman keras, dan telah kecanduan dengan alat – alat musik, dan kecanduan dengan wanita – wanita yang membawa fitnah,dan orang – orang yang bodoh, yang sibuk dengan perut – perut mereka bagaimana mereka memahami kitab Allah yang suci ini dengan yang seperti itu Na’udzu billahi min dzalik.

Dan untuk mengantisipasinya adalah seperti dengan istigfar seperti yang difirmankan Allah Subhanahu Wata’ala

وما كان الله ليعذبههم وأنت فيهم وما كان الله ليعذهم وهم يستغفرون (الأنفال : 33 )

Artinya : “Dan Allah sekali – sekali tidak akan mengadzab mereka sedang kamu( Muhammad )berada diantara mereka dan Allah sekali –sekali tidak pula mengadzab mereka sedangkan mereka beristigfar/meminta ampunan.” ( Qs.Al – Anfaal : 33 )

Dan untuk upaya mengantisipasi dari gempa dan lainnya dari adzab Allah bagi orang – orang yang durhaka dan menjadi cobaan bagi orang – orang beriman Seorang shahabat Abu Musa Al – Asy’ari berkata : ” Dahulu kita mempunyai dua keamanan ( dari adzab Allah ) 1.Dengan adanya Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam 2.Dengan istigfar/meminta ampunan,adapun Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kini telah wafat,adapun istigfar/minta ampun senantiasa ada sampai hari kiamat

Alhamdulillah telah selesai dan ana mengambil sebagian faedah dari bukunya Syaikh Al – Allamah Al – Mujaddid Yamani Muqbil Bin Hadi Al – Wadi’I Rahimahullah semoga Allah menjaga tempatnya darul hadits Dammaj dari setiap kejahatan Amien

Akhukum Abu bakr Fahmi Abubakar jawwas

Di Darul Hadeth Syeher Hadramauth

17 Syawwal 1430 H/6 oktober 2009 M

p

 

One Response to “GEMPA BUMI”

  1. Ibnu Dzulkifli Berkata

    Masya Allah..
    Maju terus ustadz..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.